[KOALA: Gunung Prahu]


Berjalan terus
Catatan di Puncak 2565 mdpl
editor : ©MRI23

Gunung Prahu, atau akrab dipanggil Prau adalah puncak yang berada di Jawa Tengah tepatnya Dataran Tinggi Dieng. Gunung yang memiliki ketinggian mencapai 2565 mdpl ini sangat elok dengan pemandangan golden sunrisenya. Selain itu, dari puncaknya kita bisa menyaksikan pemandangan dua gunung lain yang berdampingan yaitu Sindoro Sumbing dan Merapi Merbabu dari kejauhan. Tak heran gunung ini akrab disapa dengan “Surga Dunia” dari Wonosobo.
Perjalanan KOALA dimulai pada hari jumat pukul 16.45 WIB. Selepas packing barang dan persiapan segala perlengkapan pendakian, kami berangkat menuju terminal Baranangsiang menggunakan angkot sewaan. Tak lupa berdoa dan pastinya mengabadikan foto bersama sebelum keberangkatan. Bersambung dari terminal pukul 18.10 WIB, akhirnya kami bertolak dari Kota Bogor menggunakan Bis menuju puncak tujuan. Hingga tak terasa pukul 04.10 WIB dini harinya kami baru menginjakkan kaki di terminal Wonosobo.
Setelah beribadah dan bersih-bersih selepas seharian perjalanan, perjalanan dilanjutkan menggunakan elf pukul 04.55 WIB dari terminal Wonosobo hingga tiba di basecamp pendakian pukul 08.00 WIB. Di sanalah akhirnya kami dapat melepas kepenatan setelah perjalanan seharian yang panjang. Tak lupa mengisi perut dan tenaga terlebih dahulu, selain itu para pendaki bisa mandi dan shalat sebelum memulai pendakian di Gunung Prau. Begitu juga dengan kami yang berleha-leha terlebih dahulu, makan, minum, dan obrolan santai tak terasa melewatkan kami hingga sekitar pukul 09.30 pagi. Setelah itu kami melanjutkan perjalanan setelah menyiapkan beberapa dokumen seperti KTP, STNK, dan BPJS dan identitas lain sebelum menuju ke Simaksi untuk mengurus perizinan. Setelah itu kelompok pendakian dibagi sesuai urutan.
Perjalanan menuju Puncak Prau terbagi menjadi tiga Pos, yaitu pos 1-2-3 (puncak). Saat menuju ke Pos Satu kondisi jalan cukup menanjak walau telah difasilitasi dengan tangga dan jalan berbatu-batu yang tidak terlalu curam. Hingga tak terasa telah sampai di Pos 1, di sini pendaki dapat beristirahat bila lelah ataupun melanjutkan pendakian. Lanjut ke Pos 2, kondisi track masih berupa tangga-tangga dan jalan berbatu  seperti pada perjalanan menuju pos 1, sesampainya di pos 2 masih terdapat warung-warung dan area untuk beristirahat terlebih dahulu. Perjalanan kami lanjutkan dari pos 2 menuju puncak dengan kondisi jalan yang lebih ekstrim dari sebelumnya. Tak heran rasa lelah melanda hingga kami beristirahat beberapa kali selama pendakian. Hingga tak terasa Pos 3 (puncak) telah dicapai. 
Sesampainya di Pos 3 dengan kondisi jalan yang sama, kami melanjutkan menuju spot yang dituju. Tak terduga tiba-tiba guyuran hujan turun di puncak 2565 mdpl ini. Terasa tanggung bila berteduh, akhirnya kami tetap melanjutkan perjalanan berbekal ponco dan plastik guna melindungi raga dari basah. Sesampainya di spot tujuan. Para lelaki langsung mendirikan tenda  guna bermalam. Karena hujan masih awet hingga malamnya. Kami terpaksa memasak di dalam tenda dan beristirahat di dalam tenda. Sayang rasanya tak bisa menikmati malam yang cerah, apalagi suhu saat itu sangat rendah hingga mencapai  5 derajat celcius.
Esok harinya, saat inilah yang ditunggu-tunggu. Sekitar jam 4an dini hari kami terbangun untuk menikmati langit Sunrise di Puncak Prau. Terlihat dari Puncak ini pemandangan dua gunung lain di kejauhan. Selain itu tampak dengan jelas pemandangan lanskap Gunung Prau bagai lautan rumput yang luas dengan pepohonan yang menghiasi. Tak terasa kami terlelap dalam keindahan Gunung Prau. Momen ini kam abadikan dengan gadget masing-masing sambil menikmati hasil jerih payah pendakian dan perjalanan seharian. Hingga pukul 07.30 WIB, kami sarapan terlebih dahulu sambil packing. Sebelum turun, kami mengadakan Upacara Bendera di atas dataran Dieng ini. Sama seperti upacara lainnya yang biasa kamu temukan di sekolah, menyanyikan lagu Indonesia Raya menjadi agenda wajib. Selain itu juga ada pembacaan Janji Pecinta Alam serta pelantikan anggota Koala yang baru.
Selanjutnya kami mulai turun dari Prau jam 10.30 WIB. Masih akibat hujan kemarin, jalan yang berbatu dan bertangga-tangga menjadi lebih licin akibat guyuran hujan sehingga lebih sulit untuk dilalui dan harus berhati-hati. Selanjutnya kami menuju basecamp awal untuk mengisi perut dengan makanan normal alih-alih harus mencari makanan saat perjalanan pulang. Setelah bersiap-siap kami menuju terminal Wonosobo Kembali menggunakan elf. Akhirnya kami sampai kembali ke bogor setelah perjalanan menggunakan bis menuju terminal baranang Siang. Sesampainya pukul 5 sore, perjalanan pulang dilanjutkan menuju bengkel ARL Dramaga menggunakan angkot. Beruntung kami sampai pukul 5.50 sore tanpa ada macet rutin di Dramaga di hari Minggu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages