Pages

[Press Release] Architectour 2014



Architectour merupakan kegiatan kunjungan lapang Himpunan mahasiswa arsitektur lanskap IPB. Kegiatan ini bertujuan untuk memperluas wawasan dan ilmu pengetahuan mahasiswa tentang ilmu arsitektur dan hubungannya dengan arsitektur lanskap serta melihat dan dapat menilai objek berupa taman dan tatanan kota berdasarkan dasar ilmu yang dimiliki mahasiswa. Tema kegiatan ini adalahGreat Knowledge from Different Resources”. Maksud dari tema ini yaitu untuk mendapatkan sebuah ilmu dan pengetahuan yang hebat dan bermanfaat, perlu adanya usaha untuk mencari dari berbagai sumber.

Kegiatan dilakukan selama dua hari pada tanggal 12-13 April 2014 dengan jumlah peserta 28 orang. Rangkaian kegiatan berupa kunjungan ke Universitas Trisakti  yang merupakan salah satu universitas yang memiliki jurusan arsitektur lanskap selain IPB dan pengamatan langsung ke kontaktor Galuh Mas di Karawang dan beberapa objek di Bandung, seperti Taman Hutan Raya Ir. H. Juanda, Taman Musik Centrum, dan  Museum Konferensi Asia-Afrika yang cukup ikonik di Bandung.


Hari pertama diisi dengan kunjungan ke Universitas Trisakti, peserta disambut baik oleh Himpunan mahasiswa arsitektur lanskap Trisakti. Dilakukan diskusi terkait kegiatan akademik dan kegiatan mahasiswa serta melihat fasilitas penunjang kuliah yang ada di Universitas Trisakti. Kunjungan ini sekaligus upaya silaturahmi dalam mewujudkan inisiasi Perhimpunan mahasiswa arsitektur lanskap Indonesia. Selanjutnya kunjungan ke kontraktor Galuh Mas di Karawang. Proyek yang sedang dikerjakan merupakan proyek waterpark. Peserta cukup aktif bertanya, mulai dari segi seni, konstruksi, dan ekonomi proyek tersebut. Perjalanan dilanjutkan ke Bandung. Peserta mengisi waktu dengan diskusi dan bersenda gurau.


Hari kedua diisi dengan kunjungan ke beberapa objek di Bandung. Kunjungan pertama ke Taman Hutan Raya Ir. H. Juanda. Di sini peserta dapat melihat lanskap alam dengan segala elemen pembentuknya. Mulai dari tanaman, hewan, dan fasilitas yang dibangun. Area ini merupakan kawasan konservasi, edukasi, dan rekreasi. Terdapat juga Gua Jepang dan Gua Belanda sebagai daya tariknya. Kunjungan kedua  ke Taman Musik Centrum yang merupakan salah satu taman tematik di Bandung. Taman Musik Centrum juga merupakan monumen untuk kejadian konser maut di Gedung Merdeka, dimana beberapa orang tewas terinjak dan kekurangan oksigen karena kapasitas orang yang berlebih. Monumen ini berupa replika gitar usang berukuran besar. Kunjungan terakhir ke Museum Konferensi Asia-Afrika. Museum ini merupakan tempat dimana Konferensi Asia-Afrika berlangsung, yaitu gerakan non blok dari bangsa-bangsa yang menginginkan terciptanya perdamaian di dunia pada masa perang dunia. Peserta mendapatkan banyak informasi dari papan penjelasan dan pemandu museum terkait penggunaan, hasil konferensi, dan sejarah gedung ini. Kegiatan konferensi terus berlangsung secara rutin setiap tahunnya untuk membahas kerjasama antar bangsa. Pengamatan juga dilakukan ke Jalan Braga yang berada di dekat Museum Konferensi Asia-Afrika. Jalan Braga merupakan kawasan yang masih memiliki gedung-gedung lama dan lanskapnya dibuat untuk memaksimalkan aspek kesejarahannya. Terdapat cafe, pusat perbelanjaan, dan hotel di kawasan ini.










Semoga dengan adanya kegiatan ini dapat menjadi bekal bagi peserta dalam merencanakan, merancang, dan mengelola suatu lanskap. Peserta diharapkan juga mampu bersaing sehat dengan orang-orang di sekitarnya. Semakin banyak sumber ilmu maka pengetahuan semakin luas dan beragam serta dapat memecahkan berbagai permasalahan lingkungan yang semakin dinamis seiring perkembangan jaman.

Himaskap

Arsitektur Lanskap berasal dari dua kata yaitu Arsitektur dan Lanskap. Terminologi Arsitektur berasal dari bahasa Inggris arche (baik) dan techne (ahli), dengan definisi arsitektur secara umum yaitu seni dan ilmu dalam merancang bangunan. Sedangkan Lanskap berasal dari bahasa Inggris yaitu Landscape, bahasa Jerman yaitu Landschaft, dengan definisi lanskap yaitu kawasan lahan yang dibangun oleh manusia di luar bangunan, jalan dan utilitas sebagai tempat tinggal manusia (Eckbo 1964). Jadi secara umum definisi Arsitektur Lanskap yaitu lanskap/bentang alam/tapak yang memiliki bentuk pemandangan yang indah dan selaras dengan lingkungan sekitarnya serta mempunyai manfaat dan fungsi tertentu untuk mendukung kepentingan dan kesejahteraan manusia. .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar